Senin, 23 Februari 2009

Warga NU Bebas Pilih Parpol dan Caleg

Monday, 23 February 2009 12:38

Nganjuk,[GP-Ansor]: Warga nahdliyin dipersilahkan menggunakan hak politiknya untuk memilih partai atau caleg yang sesuai dengan pilihan hatinya. Karena setiap warga negara dijamin hak-hak politiknya.”Silahkan warga NU memilih apa saja, sesuai dengan hak pribadinya masing-masing, karena hak politik itu dijamin UUD,”

Demikian dikatakan Sekretaris PCNU Kabupaten Nganjuk, Supardianto kepada wartawan di Nganjuk, 23 Pebruari 2009. Ditambahkannya, hingga saat ini tidak adanya instruksi kepada warga NU untuk memilih salah satu parpol atau caleg peserta pemilu, merupakan keputusan dari hasil muktamar.

Menurut Supardianto, pembebasan untuk memilih juga dikarenakan banyaknya pengurus atau warga NU yang menjadi caleg dari parpol yang berbeda. “Banyak pengurus NU Nganjuk yang menjadi pengurus parpol dan caleg dari berbagai parpol,”ungkapnya.

Lebih lanjut Supardianto menjelaskan, dari dulu, warga PCNU Nganjuk tidak pernah mengarahkan suara warga Nahdliyin untuk memilih salah satu parpol, meski NU dari pusat nanti menyarankan untuk memilih salah satu parpol. “Pada waktu Pilihan bupati (Pilbub) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim dulu, kita juga tidak pernah mengarahkan warga NU, meski Ketua PBNU Hasyim Muzadi memihak pasangan KAJI ” ungkapnya. [eko]

Warga NU Diminta Datang Ke TPS

Monday, 23 February 2009 17:28

Gresik,[GP-Ansor]: Warga nadhliyin di Gresik dihimbau untuk tidak melakukan golput pada pemilu 2009. Karena itu mereka harus didorong untuk menggunakan hak pilihnya. Baik itu, untuk memilih legislatif maupun presiden.

Demikian dikatakan Ketua Pimpinan Cabang NU Gresik, DR. H. Husnul Huluq kepada wartawan di Gresik, 23 Pebruari 2009.

Dikatakannya, golput tidak akan menyelesaikan masalah. Sehingga, setiap warga negara, terutama warga NU harus menggunakan hak pilihnya pada pemilu nanti, jika ingin merubah keadaan bangsa ini lebih baik. “Warga nadliyin (NU, red) jangan sampai golput, mereka perlu ikut menyukseskan pemilu,” jelasnya.

Meski begitu, Husnul Huluq yang Sekda Pemkab Gresik ini menegaskan secara institusi NU tidak akan terlibat ke politik praktis, apalagi mendukung parpol tententu, namun untuk pilihan politik warga NU, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada warga nahdliyin. “Silakan warga NU menentukan hak pilihan politiknya, tetapi NU secara organisasi akan tetap netral dari kepentingan politik karena NU tidak ada kaitannya dengan politik,” tambahnya.

Dia katakan, warga NU agar tidak salah pilih dalam memilih legislatif dan calon presiden, sebab bila mereka salah dalam menentukan pilihan akan berdampak pada kesengsaraan rakyat. Makanya, warga NU harus jeli dan hati-hati untuk memilih pemimpin masa depan itu. [eko]