Gus Dur: Kasihan MUI Dituduh Dibayar Karena Fatwa Golput
Thursday, 29 January 2009 9:29
Jakarta (GP-Ansor): Mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengaku kasihan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena oleh sebagian masyarakat dituduh dibayar untuk mengeluarkan fatwa haram bagi golput.“Sedih saya, MUI berbuat begini (mengeluarkan fatwa golput haram) dikira dibayar,” kata Gus Dur kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Gus Dur sendiri menyatakan tidak mempermasalahkan fatwa tersebut, dan ia tetap memilih memboikot pemilu 2009 dengan tidak menggunakan hak pilihnya.
“Orang bikin fatwa silakan. Kalau terjadi pelanggaran peraturan dalam pemilu maka kita boikot, dan saat ini sangat banyak pelanggaran,” katanya.
Secara terpisah, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) meminta pemerintah menghormati dan menjamin warga negara yang memilih golput.
Ketua Badan Pengurus YLBHI Patra M Zen mengatakan, prinsip HAM universal menempatkan hak memilih atau dipilih sebagai bagian dari hak dasar manusia yang dijamin dalam Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik dan juga dijamin dalam konstitusi UUD 1945.
Negara, kata Patra, harus tetap berdiri di atas kepentingan semua warga negara dan tidak meneruskan fatwa haram golput itu sebagai bagian dari kebijakan negara yang mengikat semua warganegara.
YLBHI merasa berkepentingan untuk menyampaikan kepada publik untuk tidak terjebak dalam debat tentang golput yang amat potensial memecah-belah bangsa serta mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi dan HAM.
Dalam disiplin hak asasi manusia, kata Patra, tidak ada standar dan norma apa pun yang menyatakan bahwa setiap orang wajib memilih dan dipilih.
Sekretariat,Jl Condet Raya.Gg H.Ilyas Rt 007 / 012 No.08 Kel.Gedong Kec.Pasar Rebo Jakarta timur 13760 Tlp (021)68673580,08129747481,085215050472
Rabu, 28 Januari 2009
Robi Kembali Pimpin Ansor Jakarta Pusat
Tuesday, 27 January 2009 20:20
Jakarta (GP-Ansor) : Figur incumbent dalam Konferensi cabang Ansor Jakarta Pusat berhasil mengalahkan pesaingnya. Adalah Robi, ketua PC Ansor Jakarta pusat memperoleh 5 suara, sedang lawannya Romdon hanya memperoleh 3 suara. “Proses konfercab berjalan lancar dan sesuai dengan aturan main.”
Demikian dikatakan Wakil Sekjen Ansor, Haryanto Oggie yang mewakili PP GP Ansor kepada wartawan di Jakarta,27 Januari 2009. Hadir pula bersama Haryanto, Mastur Anwar ikut mendampingi.
Acara konfercab Ansor Jakarta Pusat ke IV tersebt berlangsung satu hari, 24 Sabtu 2009 dengan mengambil thema, mengoptimalkan peran pemuda dalam pembangunan Jakarta dan menyukseskan pemilu 2009 di Wisma PHI, Cempaka Putih.
Ditambahkan Oggie, panggilan akrabnya, kader Ansor perlu membangun kemandirian dan sikap profesionalitas. Langkah ini menjadi kriteria utama kepemimpinan ansor ke depan. “Dilanjutkan pula dengan membuat agenda program rintisan dan kemitraan yang harus menjadi prioritas kerja ansor di masa mendatang,”tambahnya usai membuka konfercab tersebut.
Menurutnya, Ansor harus memiliki visi dan misi keagamaan yang lebin kental, yang identik dengan induknhya ‘NU”, yakni mengembangkam nilai-nilai Islam rahmatan lilalamin, yang penuh kesejukkan damai dan cinta kasih.
Sementara itu, Mastur Ansor yang menutup acara konercab tersebut kembali menegaskan agar komitmen Ansor membangun SDM ke depan harus diwujudkan secara nyata. Karena hal ini sudah menjadi kebutuhan mendesak. “Ada tiga perubahan yang menjadi titik berat ansor, yakni konsolidasi organisasi, peningkatan kualitas SDM, dan kesejahteraan anggotanya. [eko]
Tuesday, 27 January 2009 20:20
Jakarta (GP-Ansor) : Figur incumbent dalam Konferensi cabang Ansor Jakarta Pusat berhasil mengalahkan pesaingnya. Adalah Robi, ketua PC Ansor Jakarta pusat memperoleh 5 suara, sedang lawannya Romdon hanya memperoleh 3 suara. “Proses konfercab berjalan lancar dan sesuai dengan aturan main.”
Demikian dikatakan Wakil Sekjen Ansor, Haryanto Oggie yang mewakili PP GP Ansor kepada wartawan di Jakarta,27 Januari 2009. Hadir pula bersama Haryanto, Mastur Anwar ikut mendampingi.
Acara konfercab Ansor Jakarta Pusat ke IV tersebt berlangsung satu hari, 24 Sabtu 2009 dengan mengambil thema, mengoptimalkan peran pemuda dalam pembangunan Jakarta dan menyukseskan pemilu 2009 di Wisma PHI, Cempaka Putih.
Ditambahkan Oggie, panggilan akrabnya, kader Ansor perlu membangun kemandirian dan sikap profesionalitas. Langkah ini menjadi kriteria utama kepemimpinan ansor ke depan. “Dilanjutkan pula dengan membuat agenda program rintisan dan kemitraan yang harus menjadi prioritas kerja ansor di masa mendatang,”tambahnya usai membuka konfercab tersebut.
Menurutnya, Ansor harus memiliki visi dan misi keagamaan yang lebin kental, yang identik dengan induknhya ‘NU”, yakni mengembangkam nilai-nilai Islam rahmatan lilalamin, yang penuh kesejukkan damai dan cinta kasih.
Sementara itu, Mastur Ansor yang menutup acara konercab tersebut kembali menegaskan agar komitmen Ansor membangun SDM ke depan harus diwujudkan secara nyata. Karena hal ini sudah menjadi kebutuhan mendesak. “Ada tiga perubahan yang menjadi titik berat ansor, yakni konsolidasi organisasi, peningkatan kualitas SDM, dan kesejahteraan anggotanya. [eko]
Ridwan Terpilih Jadi Ketua PC Ansor Jaktim
Sunday, 11 January 2009 17:35
Jakarta,[GP-Ansor] : Konferensi Ansor Cabang Jakarta Timur berlangsung lancar. Dua kandidat yang bersaing, Ridwan Abdiwibowo-sekretaris Pimpinan Cabang Ansor Jakarta Timur dan Azis, Pjs Ketua PC Ansor Jakarta Timur. Namun Ridwan akhirnya terpilih secara aklamasi. Dari 10 Pimpinan Anak Cabang, 8 memilih Ridwan. Sehingga dia berhasil mengalahkan Azis.
Acara konfercab PC Ansor Jaktim ini digelar di Yayasan Pendidikan Islam Al Ma’ruf di Jakarta, 10 Januari 2009. Peserta yang hadir mencapai sekitar 50 orang, terdiri dari 10 PAC yang masing-masing mengirimkan 3 orang wakilnya, kemudian ditambah para undangan dan peninjau. Beberapa undangan antara lain, Sekjen GP Ansor, Malik Haramain, Qohari Qolil, Wakil Sekjen, Ketua PC Ansor Jakarta Pusat, Robi dan Ketua PC Ansor Jakarta Utara, Abdul Muin.
Dalam sambutannya Sekjen Ansor, Malik Haramain meminta kader Ansor tetap meningkatkan konsolidasinya hingga ke ranting. Apalagi dunia sedang tidak bersahabat, krisis global akan mendera semua aspek kehidupan, misalnya kemiskinan, pengangguran dan gerakan transnasional.
Sementara Wakil Sekjen Qohari mendorong kader Ansor tetap menjaga keindependensiannya. Namun bukan berarti “mengunci diri”, karena itu harus tetap membangun komunikasi dengan semua unsur kepemudaan dan partai politik. “Boleh saja berpolitik secara individu, tapi jangan membawa ansor secara kelembagaan,” ujarnya.
Ditambah Qohari, karena itu agar Ansor tetap diperhitungkan peranannya, harus selalu aktif dan membuat berbagai kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat. “Artinya Ansor harus “genit” agar dilirik oleh masyarakat,” tambahnya.
Disisi lain, kata Qohari, konsolidasi juga mesti dijaga demi menjaga martabat dan wibawa organisasi. Karena ke depan, organisasi yang solid selalu menjaga kedinamisan kadernya.
Sunday, 11 January 2009 17:35
Jakarta,[GP-Ansor] : Konferensi Ansor Cabang Jakarta Timur berlangsung lancar. Dua kandidat yang bersaing, Ridwan Abdiwibowo-sekretaris Pimpinan Cabang Ansor Jakarta Timur dan Azis, Pjs Ketua PC Ansor Jakarta Timur. Namun Ridwan akhirnya terpilih secara aklamasi. Dari 10 Pimpinan Anak Cabang, 8 memilih Ridwan. Sehingga dia berhasil mengalahkan Azis.
Acara konfercab PC Ansor Jaktim ini digelar di Yayasan Pendidikan Islam Al Ma’ruf di Jakarta, 10 Januari 2009. Peserta yang hadir mencapai sekitar 50 orang, terdiri dari 10 PAC yang masing-masing mengirimkan 3 orang wakilnya, kemudian ditambah para undangan dan peninjau. Beberapa undangan antara lain, Sekjen GP Ansor, Malik Haramain, Qohari Qolil, Wakil Sekjen, Ketua PC Ansor Jakarta Pusat, Robi dan Ketua PC Ansor Jakarta Utara, Abdul Muin.
Dalam sambutannya Sekjen Ansor, Malik Haramain meminta kader Ansor tetap meningkatkan konsolidasinya hingga ke ranting. Apalagi dunia sedang tidak bersahabat, krisis global akan mendera semua aspek kehidupan, misalnya kemiskinan, pengangguran dan gerakan transnasional.
Sementara Wakil Sekjen Qohari mendorong kader Ansor tetap menjaga keindependensiannya. Namun bukan berarti “mengunci diri”, karena itu harus tetap membangun komunikasi dengan semua unsur kepemudaan dan partai politik. “Boleh saja berpolitik secara individu, tapi jangan membawa ansor secara kelembagaan,” ujarnya.
Ditambah Qohari, karena itu agar Ansor tetap diperhitungkan peranannya, harus selalu aktif dan membuat berbagai kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat. “Artinya Ansor harus “genit” agar dilirik oleh masyarakat,” tambahnya.
Disisi lain, kata Qohari, konsolidasi juga mesti dijaga demi menjaga martabat dan wibawa organisasi. Karena ke depan, organisasi yang solid selalu menjaga kedinamisan kadernya.
Langganan:
Komentar (Atom)